Thursday, November 9, 2017

Menerapkan Konsep Sandiaga, Hotel Konvensional Diubah Jadi Bersyariah Di DKI


Pokersilang.ga - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengubah konsep hotel di Jakarta berbasis syariah. Konsep tersebut agar dapat mendukung program halal tourism atau wisata halal di Ibu kota.

Nantinya jika hotel bersyariah dilaksanakan, maka setiap pasangan yang ingin menginap wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta menyertakan surat nikah.

"Karena ada prinsip kebutuhan religi yang memang harus kita siapkan, Contohnya tadi sudah jelas kamar kalau harus dibedakan, kita bedakan. Liftnya kalau harus dibedakan, ya kita bedakan juga,"terang Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung.

Sebagai contoh hotel berbasis syariah, Pemprov DKI akan memanfaatkan bangunan yang berada di belakang Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara. Bangunan tersebut akan direnovasi dan disulap menjadi hotel.

"Coba kalau Anda ke Jakarta Islamic Center kan ada masjid besar Kramat Tunggak dan di belakang itu ada bangunannya, dekat sekretariat MUI DKI Jakarta itu. Gedungnya nempel sama masjid itu bisa dijadikan hotel," ungkap Jeffrey.
Alasan mengapa Jeffry Jakarta Islamic Center sebagai hotel bersyariah bertujuan mengubah opini publik soal Jakarta Utara sebagai prostitusi menjadi islami.

Jeffrey mengklaim konsep hotel bersyariah akan menghasilkan banyak keuntungan. "Sangat menguntungkan. Ini kan ada kebijakan pemerintah ini bukan hanya organisasi saja. Tapi juga untuk swasta terutama organisasi yang bergerak di bidang keagamaan atau religi," kata Jeffrey.

Dia berharap hotel-hotel konvensional bisa berubah konsep menjadi hotel syariah. Pihaknya akan menyosialisasikan konsep hotel bersyariah kepada para pemilik hotel konvensional. "Ini dulu (Jakarta Utara) kita laksanakan sebagai project kami yang awal baru. Nanti akan kami sosialisasikan kepada pemilik-pemilik hotel lain," ungkapnya.